Selasa, 19 April 2011

Feminisme dan Seni Perempuan


     Sejarah seni.
      Perempuan sebagai obyek seni:

    * Leonardo da Vinci

    * Michelangelo Buonarroti

Pietà Artist Michelangelo Year 1498–1499 Type Marble Dimensions 174 cm × 195 cm (68.5 in × 76.8 in) Location St. Peter's Basilica, Vatican City

Permulaan perempuan sebagai seniman:

      *Pada periode  (High Renaissance ) yang sama sudah ada  
        perempuan seniman yaitu  Properzia de Rossi
        [Italian High Renaissance Sculptor, ca.1490-1530]



      * Periode seni dibedakan berdasarkan trend penemuan   
         teknologi dan pergolakan politik :
    • sd abad 17
    • abad 18
    • abad 19
    • Awal abad 20
    • Abad kontemporer

                                               
*Mary Wollstonecraft (1792) menulis buku tentang A   
   Vindication of the Rights  of  Women.
* John Stuart Mill (1869) seorang filsof pria menulis The
   Subjection  of  Women yang berpengaruh terhadap gerakan
    feminisme di Eropa pada abad ke-19
*R.A. Kartini (lahir 1879) menulis buku Habis Gelap Terbit  
   Terang

         * Pemaparan seni 
   
           * Arti Seni - "Sani": jiwa luhur

      * Pembedaan seni
          * Seni fungsional terkait dengan kebutuhan peradaban manusia
          * Seni murni terkait dengan ekspresi "seni untuk seni"
          * Seni murni terkait dengan ekspresi seni yang mempunyai fungsi sosial 

      *  Nilai dalam seni
          * Tema
          * Pesan
          * Konteks 

      * Cara penyampaian Seni
          * Media: penyesuaian dengan konsep/ide, karakter dan tujuan
          * Proses
          * Tampilan
          * Penyajian untuk publik
          * Tanggapan

      * Dari mana Feminisme menyentuh seni perempuan?
          * Pandangan kesetaraan
          * Dimulai dari pengalaman perempuan:
             melahirkan karya seni seperti kelahiran anak manusia?
          * Rekonstruksi prototipe karya seni patriarki

      * Seni Perempuan Seni Feminisme?
          * Tampil beda menyifatkan apa?
          * Di mana "tubuh diri" dalam karya seni?
          * Di mana "tubuh sosial" dalam karya seni?

      * Contoh Seni Limbah dan Ekspresi Perempuan anti      
         kekerasan

      * Kesimpulan

         (farsijana adeney-risakotta untuk Srikandi, ISI Yogyakarta, april 11, 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar